<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782</id><updated>2012-02-07T05:08:54.359-08:00</updated><title type='text'>LEONARDUS TUMUKA</title><subtitle type='html'>Selamat Berkunjung ke Blog ini. Semoga Komentar maupun masukan anda dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pengetahuan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-1820491429740588201</id><published>2011-12-05T06:40:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T09:22:09.063-08:00</updated><title type='text'>Pengembagan Masyarakat &amp; Tantangan Lingkungan</title><content type='html'>Bukan lagi merupakan rahasia umum bahwa lingkungan turut menjadi penentu keberhasilan maupun kegagalan seseorang dalam upaya membentuk sesuatu yang diharapkan. Pada masyarakat moderen kesadaran untuk dapat bersaing serta insting untuk tampil telah tumbuh dengan baik semenjak masa kanak-kanak, ditambah dukungan keluarga untuk terus mendorong anak dengan menyediakan berbagai kebutuhannya. Harapanya titik fokus pada anak hanya terarah pada pendidikan tanpa harus memikirkan hal lain yang dapat mengurangi semangatnya dalam belajar. Melihat teman lain belajar serta turut menyeksikan adanya keberhasilan yang dicapai orang lain, ditambah berbagai penggambaran visual di sisi lain mengenai kesuksesan bahkan turut menjadi motivasi banyak anak dikota besar untuk belajar sungguh-sungguh, lalu hasilnya berhasil.Namun paradigma berhasil pada masyarakat moderen serta penggambaran ukuran keberhasilan yang terngiang akibat berbagai hal tersebut di atas sangat kontras dan berbeda dengan masyarakat tradisional. Pada masyarakat tradisional ukuran keberhasilan adalah bagaimana memperoleh hasil buruannya lalu dinikmati secara komunal dalam kelompoknya. Persaingan tidak begitu nampak di sana, karena adanya pandangan akan kebersamaan. Sehingga siapapun yang memburu hewan buruan, hasil tangkapannya akan dibagikan kepada anggota kelompoknya. Kehidupan seperti ini terus berlangsung dan ditanamkan kepada generasi satu ke generasi berikutnya dan seterusnya. Suatu hal yang tidak lazim bagi masyarakat tradisional.Tentu saja perkembangan jaman yang begitu pesat dimana arus informasi, serta kemajuan teknologi yang begitu deras tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Siap atau tidak siap setiap orang hanya diberikan pilihan harus siap menerima kondisi tersebut. Dalam kondisi inilah peradaban masyarakat tradisional memperoleh pilihan yang sangat sulit. Karena kebingungan tak berdaya, apakah harus tetap berada pada tataran nilai adat ataukah harus terjun untuk bergabung dalam keruhnya modernisasi. Namun, pengaruh manisnya jaman moderen yang begitu deras, ditambah pandangan akan kondisi masyarakat tradisional  yang bagi khalayak dianggap miskin dan tertinggal akhirnya menjadi kekuatan bagi hengkang dan menjauhnya masyarakat tradisional untuk kembali pada sebuah rel yang seharusnya tetap dipijak. Masyarakat akhirnya kocar-kacir kebingungan, meminjam istilah DKI Warkop, maju kena mundur kena. Tidak mungkin kembali tetapi jika terus maju tidak memiliki pijakan untuk bertahan pada manisnya jaman moderen itu. Beberapa pulau di Indonesia termasuk pulau besar dan kecil yang memiliki potensi kekayaan alam dan pulau yang kurang bahkan tidak memiliki potensi sumber daya alam, kondisi di atas tidak dapat dihindarkan. Dan ini seharusnya menjadi perhatian yang serius pemerintah daerah, sehingga mencari alternatif solusi yang tepat dalam mengatasi kondisi-kondisi tersebut.Salah satu contoh misalnya Kabupaten Mimika-Papua. Kondisi  masyarakat tradisional di kota ini persis seperti yang digambarkan di atas. Suku Kamoro misalnya, jika pernah menonton Film Dokumenter dengan judul, Mutiara Pesisir Pantai, karya saudara Belo Taran yang  gambarnya diambil di Kampung Ipaya kabupaten Mimika, penggambaran tersebut persis kondisi masyarakat tradisional suku Kamoro yang sebetulnya terjadi di Kabupaten Mimika. Masyarakat merasa sangat sulit dalam memenuhi kebutuhan hidup, terutama kesehatan dan pendidikan. Ekonomi adalah salah satu masalah lain, karena masyarakat tradisional kini telah beralih pada jaman modern, namun tentu saja sangat berat bagi mereka untuk berada di tengahnya. Ibarat sebuah gerbong kereta api eksekutif dinaiki oleh seorang yang baru berada di kota dan kebingungan bagaimana caranya agar dapat tetap berada di atas gerbong tersebut senyaman penumpang gerbong lainnya.Untuk mengatasi masalah ini,  banyak LSM yang tergabung dalam berbagai misi. Dimulai dari Yayasan Sejati, lalu muncul yayasan dan berbagai instansi swasta  lokal, nasional dan internasional untuk mengatasi masalah masyarakat tradisional. Namun, kondisi masyarakat ini tidak mengalami perubahan yang signifikan. Bahkan mengalami kemunduran yang sangat luar biasa dalam bidang pendidikan. Data penelitian tesis yang dilakukan bulan April-Oktober 2011, sebanyak 77 pelajar dan mahasiswa suku Kamoro penerima beasiswa Lembanga Pengembangan Masyarakat Suku Amugme dan Kamoro (LPMAK) di Kabupaten Mimika tidak melanjutkan studi. Mereka lebih memilih untuk tinggal di kampung. Selain itu tidak sedikit siswa dari suku tersebut yang berhenti sebelum atau setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD). Data yang dihimpun dalam penelitian, dari 33 orang pelamar kerja hanya 1 orang yang berhasil menamatkan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), sementara yang lainya dengan pendidikan terakhir di SD. Berbagai LSM bahkan merasa kesulitan untuk menangani hal tersebut. bahkan di sisi lain tidak sedikit  guru dan sekolah negeri yang pesimis bahwa suku tersebut dapat berkembang dalam bidang pendidikan, yang artinya sulit bagi masyarakat tradisional suku Kamoro untuk berkembang dalam berbagai bidang pada masa mendatang. Pemerintah daerah Mimika yang seharusnya dapat mengatasi masalah ini bahkan terkesan lamban dan nampak tidak serius menangani masalah pendidikan di kabupaten Mimika. Guru-guru banyak meninggalkan sekolah dan tinggal di kota dengan membuat laporan fiktif lalu tetap menerima gaji. Bahkan ada juga dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak sampai di sekolah karena terlanjur dihabiskan oleh kepala sekolah. Pemerintah Daerah melalui dinas pendidikan di sisi lain tidak menindak tegas serta berupaya secara serius dalam upaya mengatasi masalah ini. Sehingga pendidikan di kabupaten Mimika khusus bagi masyarakat tradisional berada pada titik krisis. Tantangan lingkunganLingkungan dimana masyarakat tradisional berada memang menjadi salah satu masalah bagi pengembangan masyarakat itu sendiri. Kebiasaan masyarakat untuk berburu dan meramu dimana sekolah bukan merupakan pilihan adalah keluhan tersendiri bagi para pengajar di berbagai wilayah tersebut. Kesadaran akan pentinya pendidikan masih sangat minim. Minimnya ketertarikan terhadap pendidikan menyebabkan suku Kamoro tersingkir dari kehidupan kota. Mereka yang dahulu berada di kota lalu menjual rumah dan kembali ke alam dimana mereka dapat tetap bertahan hidup di sana. Untuk dapat menjangkau daerah dimana suku tradisional tersebut berada pun harus melewati sungai-sungai dan laut, masih juga harus menghadapi cuaca ekstrim lainya, misalnya curah hujan yang cukup tinggi karena kelembaban udara, gelombang laut yang siap menghalangi lajunya transportasi laut, nyamuk, dan harus menyisuri dataran kampung berjalan kaki bisa hingga 12 hingga 24 jam bahkan lebih, dan berbagai tantangan lain yang tidak dapat dihindari.Pengembangan MasyarakatAda beberapa hal yang hendaknya menjadi pedoman penting bagi pengembangan masyarakat lokal. Banyak Lembaga  Swadaya Masyarakat (LSM),  termasuk pemerintah daerah memiliki program untuk mengatasi masalah masyarakat tersebut. Namun tidak sedikit kegagalah yang dihadapi dan nampak belum ada keberhasilan yang signifikan atas berbagai upaya tersebut. Hal itu kemungkinan disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap kondisi masyarakat secara mendalam. Kurang pemahaman yang dimaksud di sini adalah berkaitan dengan kebiasaan masyarakat setempat. Jika program yang ditawarkan kepada masyarakat dirasa masyarakat bertentangan dengan kebiasaan masyarakat, terutama kebiasaan yang berkaitan dengan kondisi tradisional masyarakat dan diukur dengan porsi kondisi masyarakat setempat, maka hasilnya adalah kegagalan. Untuk itu sebaiknya sesuaikan sesuatu yang hendak ditawarkan kepada masyarakat sesuai dengan kondisi alaminya. Artinya jangan memaksakan apa yang diharapkan kepada masyarakat dengan berharap masyarakat yang harus  mengikuti rencana yang telah dibuat, sebab  itu hanya akan menuai kegagalan.Disisi lain kebanyakan masyarakat menerima sesuatu dengan bersemangat pada awalnya, lalu memudar, lama kelamaan menghilang. Ini sebuah kondisi yang sangat sering dialami oleh setiap orang termasuk dalam undangan rapat yang diadakan oleh suatu kelompok tertentu. Ketika mendengar  undangan dalam rangka penyuksesan program A atau program B orang dengan senang hati hadir. Banyaknya peserta rapat menyebabkan sebuah ruangan bahkan tidak mampu menampung jumlah yang hadir. Beberapa waktu kemudian dibuat undangan lain untuk program yang sama atau bedah. Tentu dalam pertemuan ini respon serta jumlah mereka yang hadir semakin berkurang dan seterusnya hingga orang terpaksa menghentikan pertemuan-pertemuan selanjutnya. Masyarakat tradisional pun memiliki pola bagaimana mereka menyelesaikan sebuah pekerjaan kemudian dengan senang hati melanjutkan pekerjaan tersebut dihari yang lain. Kondisi psikologi masyarakat dalam situasi seperti ini sangat penting untuk dipelajari, sehingga euforia perubahan yang diterima pada awalnya dapat tetap bertahan selamanya dan menjadi bagian yang dilakukan terus menerus. Ini penting bagi mereka yang mengharapkan terjadi perubahan dalam masyarakat menuju masyarakat yang lebih baik.tidak semua elemen dalam sebuah komunitas mengharapkan perubahan dari kondisi masyarakat tradisional ke wujud perubahan yang lain, katakanlah moderen. Ini merupakan pertaruhan yang sangat berat. Tidak mudah sebuah kerajaan menerima dirubah menjadi konstitusi yang lain karena kondisi yang ada sudah sangat baik menurut ukuran konstitusi kerajaan. Demikian pula masyarakat tradisional dirubah menjadi masyarakat yang harus menerima kondisi lain. Sekali lagi ini adalah pertaruhan. Sehingga jika masalah ini tidak mendapat respon secara positif sejak awal, maka kehancuran sebuah tatanan masyarakat sedang dimulai. Inilah yang dialami oleh suku Kamoro kabupaten Mimika yang harus  melompat dari tradisional ke moderen. Masyarakat kehilangan arah pijakan, akhirnya berbagai elemen penting lain diantaranya budaya komunal berubah menjadi individu secara tidak wajar, karena orang menjadi individual dan tamak. Kehilangan identitas diri sehingga kecenderungan negatif misalnya mengonsumsi minuman keras, perkeklahian antar kelompok minuman keras sering terjadi serta berbagai dampak sosial lain. Perubahan masyarakat menuju masyakat modern pada prinsipnya tidak dapat dihindarkan dan itu mutlak akan dialami oleh siapapun. Namun tentunya sangat penting memahami kondisi masyarakat, adat istiadat, budaya dan berbagai atribut masyarakat tersebut. Tujuannya adalah masyarakat kemudian dapat menerima kemudian menikmati perubahan tersebut karena mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-1820491429740588201?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/1820491429740588201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2011/12/pengembagan-masyarakat-tantangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/1820491429740588201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/1820491429740588201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2011/12/pengembagan-masyarakat-tantangan.html' title='Pengembagan Masyarakat &amp; Tantangan Lingkungan'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-6338229397673768776</id><published>2010-11-10T03:09:00.000-08:00</published><updated>2010-11-10T17:44:47.721-08:00</updated><title type='text'>PERSEPSI LOKAL MENGENAI OBAMA PULANG KAMPUNG DAN KEPENTINGAN NASIONAL AMERIKA SERIKAT</title><content type='html'>Seruan "Barack Obama Pulang kampung", yang diucapkan oleh sebagian masyarakat baik, kalangan masyarakat biasa maupun kalangan ilmiah semestinya tidak perlu dilakukan.  mengingat kedatangan Presiden Amerika Serikat tersebut tidak mungkin jauh dari kepentingan Nasional Amerika Serikat. Barack Obama adalah presiden AS. Semua hal yang berkaitan dengan sepak terjangnya adalah berkaitan dengan kepentingan politik negara adidaya tersebut. Ada beberapa hal, mengapa Indonesia menjadi negara yang sangat penting bagi Amerika Serikat. 1. Indonesia merupakan negara dengan pendduduknya mayoritas beragama Islam terbesar di dunia  182,570,000 orang, 2.Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam keorganisasian ASEAN. 3. Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ke-3 di Dunia walaupun penduduknya mayoritas beragama Islam. 4. Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar ke 4 yang mana secara ekonomi jumlah penduduk yang banyak merupakan pasar yang baik bagi negara maju.5. Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam terbesar di Dunia dengan kekhasan negara kepulauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu euforia yang berlebihan pada prinsipnya merupakan sebuah keuntungan bagi negara adidaya seperti Amerika Serikat, walaupun disisi lain, hal itu merupakan suatu keuntungan tersendiri bagi Indonesia karena dalam bahasa tersebut dapat ditangkap maknanya sebagai sebuah ucapan selamat datang bagi mereka yang pernah berada di suatu negara sehingga diharapkan dapat merasa nyaman dengan negara yang dikunjungi dan muncul persepsi pengunjunga bahwa negara A, atau B yang dikunjungi memang sangat Welcome.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, kunjungan kenegaraan negara super power seperti Amerika Serikat adalah sangat penting bagi negara-negara berkembang. Mengingat banyak persepsi yang muncul di Negara Barat mengenai adanya ketidak stabilan politik di dalam negeri negara berkembang. Dengan adanya kunjungan semacam itu diharapkan negara super power seperti AS dapat mengetahui perkembangan negara berkembang yang di disebutkan sebagai negara Demokrasi terbesar ke tiga di Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di India Barack Obama lebih lama waktu berkunjungnya dibandingkan dengan Indonesia pada kunjungannya pada tanggal 09 November 2010, dengan waktu berkunjung hanya 24 jam yang dipersingkat 2 jam (http://www.antaranews.com/berita/1289351949/obama-persingkat-kunjungan-di-indonesia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun banyak yang mempertanyakan mengenai jamuan makan malam yang mewah da&lt;br /&gt;lam menyambut kunjungan kepresidenan Barack Obama, yang mana diserukan dalam media elektonik edisi Rabu, 10 November 2010, namun jamuan kenegaraan tersebut dapat tetap berjalan. Jamuan kenegaraan sendiri meskipun tidak diatur hukum tertulis dalam international cooperation, namun itu adalah bagian yang cukup penting untuk nmengeratkan kerjasama bilateral dalam hubungan internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat baik persepsi saya jika presiden AS tersebut dapat berada di Indoenesia dan kembali melanjutkan perjalanannya ke Korea Selatan untuk menghadiri KTT G-20 dalam kondisi yang aman walaupun ada demonstrasi di UI saat pidatonya berlangsung. Karena ceriteranya akan berbeda jika kunjungannya tidak berjalan dengan baik. Jika hal itu terjadi, maka tentu hal itu merupakan ancaman bagi AS. Dengan demikian dapat dilihat hasilnya apakah Barack Obama pulang Kapung atau Obama ke Indonesia karena Kepentingan Amerika Serikat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-6338229397673768776?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ltumuka.blogspot.com' title='PERSEPSI LOKAL MENGENAI OBAMA PULANG KAMPUNG DAN KEPENTINGAN NASIONAL AMERIKA SERIKAT'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/6338229397673768776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2010/11/persepsi-lokal-mengenai-obama-pulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/6338229397673768776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/6338229397673768776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2010/11/persepsi-lokal-mengenai-obama-pulang.html' title='PERSEPSI LOKAL MENGENAI OBAMA PULANG KAMPUNG DAN KEPENTINGAN NASIONAL AMERIKA SERIKAT'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-8946031905797521993</id><published>2010-05-30T21:38:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T22:53:02.081-07:00</updated><title type='text'>ADA MOTIF EKONOMI DIBALIK PERTIKAIAN ANTAR SUKU DI MIMIKA</title><content type='html'>Pertiakaian antar suku yang sering timbul di Kabupaten Mimika, tidak lepas dari adanya motif ekonomi. Sebab tidak mungkin hal itu disebabkan semata-mata hanya karena adanya Kasus pemerkosaan, pembunauhan atau berbagai kasus yang sering menjadi kontribusi terjadinya konflik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang beranggapan bahwa, terjadinya pertikaian antar suku, yang kemudian disebut-sebut sebagai perang suku-red, sering disebabkan oleh kasus yang memang nyata dimata, misalnya Jelas ada pemerkosaan, kemudian pembunuhan, ada lagi suku A mengusir suku B dan sebagainya. Tetapi jika didalami lebih lanjut, ada motif ekonomi dibalik terjadinya pertikaian antar suku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak masuk akal, jika kematian seseorang harus diganti dengan sejumlah besar uang,walaupun sebenarnya manusia merupakan makhluk hidup dengan derajat yang tinggi serta dibekali oleh Tuhan Harkat dan Martabat sebagai manusia, yang pada prinsipnya bagi masyarakat biasa sulit untuk bisa memenuhinya. Jumlah uang menurut siaran salah satu TV swasta bulan Mei 2010, adalah sebesar 300 Jt, dan itu dikatakan langsung oleh pelaku pertikaian. Secara fakta dilapangan pun memang seperti itu. Jika suku yang membuhuh tidak dapat membayarnya, maka perang akan terus berlangsung. Tentu saja dalam pertikaian itu akan ada orang dari salah satu pihak yang terkena imbas, berupa tertikam panah kemudian meninggal, dan pihak itu pun akan menuntut pertanggung jawaban yang sama. sehingga harapan berakhirnya perang terus berlangsung. Jika permintaan tidak dapat dipenuhi, maka yang ada adalah pertikaian akan terus berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika salah satu pihak dapat memenuhi tuntutan pihak penuntut, pertikaian antar suku pun dapat diakhiri.  Pertikaian antar suku pun sering diakhiri dengan bakar batu (Suatu cara bahwa pertikaian telah berakhir dan persahabatan memang harus dibina serta di jaga). Namun tidak lama lagi setalah itu, pertikaian pun akan kembali muncul. Dalam pandangan negartif saya, ada pihak yang menunggangi terjadinya konflik tersebut. Namun, tentu saja hal itu harus dibuktikan dengan adanya penelitian yang lebih mendalam, walaupun kebenaranyanya dapat dibenarkan jika dilihat secara logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif ekonomi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Motif Intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi   &lt;br /&gt;  atas kemauan sendiri.&lt;br /&gt;- Motif ekstrinsik, disebut sebagi suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi &lt;br /&gt;  atas dorongan orang lain (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak ada motif ekonomi dibalik pertikaian tersebut, kemungkinan besar, kejadian tidak akan terulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu berkaca pada Perkambangan kota Timika, dimana perkembangan pembangunan yang semrawut semakin menekan kelompok masyarakat untuk berpikir lebih keras, terutama bagaimana memenuhi kebutuhan ekonominya. Masyarakat lokal semakin termarginalkan oleh bingar-bingar kemajuan daerah yang tak karuan. Selain itu adanya arus transmigran tanpa adanya peraturan daerah yang ketat akibat kemampuan manajemen memimpin yang amburadul menyebabkan adanya berbagai pertikaian sulit untuk bisa terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah daerah semestinya memikirkan bagaimana memeberdayakan ekonomi masyarakat lokal. Pembangunan infrastruktur sebaiknya diikuti oleh pemberdayaan yang tepat. Agar dapat meminimalisir adanya konflik. Sebab banyak anggota masyarakat usia produktif tidak memiliki pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah Mimika pun tidak pernah mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia. Padahal Sumber Daya Manusia yang produktif dapat meningkatkan pembangunan  yang lebih baik. Pelajar dan Mahasiswa yang berasal dari Mimika malahan terbengkalai di setiap kota-kota studi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja Pemerintah Daerah Mimika dapat memperhatikan faktor Ekonomi melalui pemberdayaan yang sesuai serta mendorong kemajuan sumber daya manusia masyarakat lokal di Kabupaten Mimika, terjadinya konflik sosial kemungkinan dapat diminimalisir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-8946031905797521993?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://deateytomawin.wordpress.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://kamorotribes.blogspot.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://ltumuka.blogspot.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://skp-timika.org' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.antaranews.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.ipmami.org' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.melanesianews.org' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.ptfi.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.wikimu.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/8946031905797521993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2010/05/ada-motif-ekonomi-dibalik-pertikaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/8946031905797521993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/8946031905797521993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2010/05/ada-motif-ekonomi-dibalik-pertikaian.html' title='ADA MOTIF EKONOMI DIBALIK PERTIKAIAN ANTAR SUKU DI MIMIKA'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-2805624490076883761</id><published>2010-01-28T02:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T02:12:14.845-08:00</updated><title type='text'>PENTINGNYA KONTROL PEMERINTAH DAERAH TERHADAP LAJU TRANSMIGRASI DI TIMIKA</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah yang padat penduduknya ke area wilayah pulau lain yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya sama sekali. Pertumbuhan penduduk yang begitu cepat mengindikasikan bahwa daerah tujuan penduduk bermukim merupakan daerah yang produktif dalam meningkatkan serta memenuhi kebutuhan ekonomi mereka yang menuju ke daerah baru yang menjadi tujuan. Hal itu boleh dikatakan telah menjadi semacam semboyan bagi mereka yang hendak memperbaiki ekonomi akibat keterbatasan lapangan pekerjaan pada daerah padat penduduk, ditambah kebijakan pemerintah tentang pemerataan penduduk melalui program transmigarasi (UU No. 15 Tahun 1997, tentang Ketransmigrasian). Tidak sedikit daerah yang kemudian diklasifikasikan sebagai daerah yang memiliki produktifitas ekonomi tetapi jumlah penduduk yang kurang banyak menjadi target dalam penempatan transmigran. Beberapa daerah yang menjadi target transmigrasi antara lain misalnya, Kalimantan, Sumatra serta Papua. Papua yang merupakan Propinsi terluas di Indonesia 21, 9% luas daratan dari total tanah 421.981 km2. Kepadatan  penduduk Papua dikatakan masih minim, walaupun SDA yang terkandung di dalm perut bumi Papua sangat melimpah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja transmigrasi dengan kerjasama yang telah dibangun oleh pemerintah daerah pengirim transmigran dengan pemerintah daerah penerima transmigran lebih efektif dan mudah terpantau, terutama berapa jumlah kepala keluarga pada sebuah satuan pemukiman (SP). Dan keberadaan transmigaran tersebut berada dalam kategori mudah didata  karena memiliki tujuan yang jelas. Namun yang perlu diantisipasi adalah transmigran yang tidak termasuk dalam suatu satuan pemukiman manapun, sementara kedatangannya secara bergelombang dengan frekuensi kedatangan yang suatu waktu tinggi tetapi pada waktu-waktu tertentu seakan semakin berkurang, nyatanya semakin meningkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun di satu sisi transmigrasi memberikan keuntungan bagi pertumbuhan ekonomi daerah, namun pada sisi yang lain pula mobilitas transmigrasi yang sangat besar pada sebuah daerah dapat menyebabkan timbulnya masalah sosial lain. Misalnya muncul kesenjangan ekonomi antara para pendatang yang kebanyakan memiliki skill dengan masyarakat lokal yang tidak memilki skill sama sekali, dan cenderung hidup nomaden (ciri pemenuhan ekonomi di Papua), Pendatang (transmigran) mampu membedakan jaman moderen dan tradisional dalam hal keefektivan dalam mekanisme penggunaan serta pengaturan keuangan, sementara masyarakat lokal masih berkutat pada paham pemenuhan ekonomi tradisional, “hari ini dapat pakai habis, besok cari lagi”,  serta hal lain.  Jika hal ini terus berlangsung, maka potensi konflik pada prinsipnya sedang ditumbuh kembangkan. Konflik tersebut akan pecah bila suatu hal kecil dipersoalkan yang sebenarnya mudah untuk diselesaikan namun kemudian meluas sehingga mengganggu stabilitas pembangunan daerah. Di sisi lain Pertumbuhan penduduk yang begitu cepat dan padat selain mengandung unsur positif misalnya daerah dapat menhasilkan PAD yang besar, tetapi juga memiliki unsur negatifnya. Unsur negatif dari laju pertumbuhan penduduk yang diakibatkan oleh perpindahan penduduk antara lain, pembangunan yang semrawut, perkembangan kota yang sulit dikendalikan serta berbagai masalah sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh kabupaten di Papua, Timika merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan penduduk  cukup besar ya itu 14, 5 persen. Dari angka pertumbuhan penduduk yang besar itu saja sudah sangat membingungkan, bagaimana dengan ukuran ketersediaan infrastruktur yang ada di daerah? Seberapa besar kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai konflik sosial? Ini merupakan dua pertanyaan yang pada prinsipnya membutuhkan ukuran nyata dalam pelaksanaan pemerintahan pada pembangunan daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu Perda tentang Transmigrasi&lt;br /&gt;Untuk memudahkan dalam pendataan, maka perlu dan penting kiranya Mimika memiliki sebuah peraturan yang mengatur tentang perpindahan penduduk. Selain itu, tentu saja perpindahan penduduk hendaknya memiliki keterangan yang jelas. Terutama mengenai dari daerah mana, apa tujuan utama yang bersangkutan ke suatu daerah, berapa lama akan berada di daerah tersebut, serta apa punishmen yang akan diperoleh apabilah yang bersangkutan melewati batas waktu untuk berada di daerah tersebut. Dan untuk itulah hendaknya peraturan tentang persyaratan untuk tinggal di daerah tersebut harus dibuat. Tujuannya agar dapat mengontrol laju pertumbuhan penduduk daerah tetapi juga mengontrol laju perpindahan penduduk yang tidak jelas, mengingat sejauh ini ada indikasi pemerintah daerah kewalahan dalam manangani berbagai persoalan daerah, termasuk di dalamnya keterbatasan penyediaan infrastruktur yang dapat memperlancar kemajuan pembangunan daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua pada umumnya  sangat mudah mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk KTP. Sementara berada di Pulau Jawa siapa pun tanpa surat pindah tidak dapat dengan serta merta  diterima sebagai warga pada suatu tempat, apalagi berkaitan dengan pengurusan KTP. KTP akan dapat dibuat apabila ada surat pindah, mengetahui RT, RW kemudian kelurahan menyetujui maka Kecamatan dapat mengeluarkan KTP. beda dengan Papua yang hari ini ada penduduk yang baru injak tanah Papua, besoknya KTP akan jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, maka sangat penting bagi sebuah daerah yang laju penduduk begitu cepat seperti Timika untuk memiliki peraturan daerah tentang syarat seseorang di sebut penduduk Timika serta berhak berada di Timika. Agar segalah hal yang berkaitan dengan pembangunan daerah dapat dengan mudah dikontrol, mengingat peraturan mengenai penduduk di Timika sejau ini kurang ketat. Jika hal tersebut dapat dilakukan dengan baik, maka sedikit demi sedikit persoalan yang berkaitan dengan masalah ketersediaan fasilitas infrastruktur, masalah sosial lainnya, termasuk konflik yang sering terjadi di Timika dapat dengan mudah dikendalikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-2805624490076883761?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/2805624490076883761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2010/01/pentingnya-kontrol-pemerintah-daerah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/2805624490076883761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/2805624490076883761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2010/01/pentingnya-kontrol-pemerintah-daerah.html' title='PENTINGNYA KONTROL PEMERINTAH DAERAH TERHADAP LAJU TRANSMIGRASI DI TIMIKA'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-5947031045471443290</id><published>2009-12-27T19:44:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T19:54:33.183-08:00</updated><title type='text'>SELAMAT NATAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/SzgryncMy0I/AAAAAAAAAG4/GPapHEiQSoI/s1600-h/Natal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 286px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/SzgryncMy0I/AAAAAAAAAG4/GPapHEiQSoI/s400/Natal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420130300121107266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semoga Damai Natal Menyelimuti seluruh rangkaian hidupmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-5947031045471443290?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/5947031045471443290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/12/selamat-natal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/5947031045471443290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/5947031045471443290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/12/selamat-natal.html' title='SELAMAT NATAL'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/SzgryncMy0I/AAAAAAAAAG4/GPapHEiQSoI/s72-c/Natal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-106523037722780428</id><published>2009-12-07T20:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T20:44:53.160-08:00</updated><title type='text'>PEMUDA</title><content type='html'>Pemuda merupakan tulang punggung masyarakat, bangsa dan negara. Pemuda adalah harapan masyarakat kecil termarginal, dan pemudah adalah agen kemajuan sebuah bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah apa yang akan terjadi dengan masyarakat, bangsa dan negara jika pemudah hanya menjadi Pengemis, pengamen, pemabuk dan Pencuri dan pemalas? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawabannya, hancur sudah harapan akan cita-cita masyarakat bangsa dan negara akan tercapainya masa yang penuh harapan dan kemajuan sebuah peradaban.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-106523037722780428?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/106523037722780428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/12/pemuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/106523037722780428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/106523037722780428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/12/pemuda.html' title='PEMUDA'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-7363758353986273285</id><published>2009-12-07T19:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T19:58:31.850-08:00</updated><title type='text'>Pemda Gelar Sosialisasi Perda Miras</title><content type='html'>RADAR TIMIKA&lt;br /&gt;http://www.radartimika.com/index.php?mod=article&amp;cat=MetroTimika&amp;article=25064&lt;br /&gt;Senin, 07/12/2009 | 11:45 (GMT+7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIMIKA - Bagian Hukum dan Perundang-Undangan Sekretrariat Daerah (Setda) Mimika, Senin kemarin melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2007, tentang larangan pemasukan, penyimpanan, pengedaran dan penjualan serta memproduksi minuman beralkohol di Kabupaten Mimika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang dipusatkan di Aula Hotel Timika Raya itu diikuti sejumlah tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda/perempuan, penjual Miras, dan pemilik bar. Hadir juga Komandan Kodim (Dandim) 1710 Mimika Letkol (Inf) Refrizal, Kasbrig 20/IJK Letkol (Inf) Victor Deni, Anggota Komisi A DPRD Mimika Anastasia Tekege, Kadiskoperindag Cherly Lumenta,SE,M,Si, dan Kadispendas Ausilius You.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan sosialisasi dibuka Asisten I Setda Mimika Marthin Giyai, menghasilkan dua rekomendasi yang ditandatangani peserta yang hadir dalam acara sosialisasi itu. Rekomendasi yang dihasilkan antara lain, masyarakat Kabupaten Mimika mendukung langkah-langkah pemerintah melarang masuknya minuman keras (Miras) di Kabupaten Mimika. Larangan ini juga diberlakukan di lingkungan perusahaan swasta atau BUMD/BUMN. Kedua, mendesak Bupati untuk segera keluarkan SK tentang pembentukan tim pengawas sebelum Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marthin Giyai mengatakan, dalam rangka implementasi otonomi daerah yang nyata, luas dan bertanggungjawab, maka Pemda Mimika, memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salah satu bentuk kewenangan tersebut adalah dengan mengeluarkan Perda yang ditetapkan Bupati Mimika dengan persetujuan DPRD Kabupaten Mimika. Perda ini berasal dari aspirasi masyarakat, dan juga inisiatif dari Pemda. Setiap produk hukum yang dihasilkan oleh Pemda harus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat dan stake holder yang ada. Dalam Perda ini mengandung unsur perintah dan larangan kepada masyarakat, yang tentunya disertai dengan sanksi hukum, baik pidana maupun perdata, yang harus dipatuhi dan ditaati demi suksesnya pembangunan di Kabupaten Mimika," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisasi tersebut, kata dia, prinsipnya bertujuan untuk memberikan informasi sekaligus pemahaman kepada seluruh masyarakat. "Tentunya menjadi harapan kita semua setelah disosialisasikan Perda ini segera diimplementasikan di lapangan tanpa menemui kendala yang berarti. Keberhasilan pelaksanaan suatu Perda bergantung pada seberapa besar pemahaman masyarakat terhadap Perda tersebut. Dengan kata lain, berhasil tidaknya penegakan hukum dari Perda bergantung pada implementasi di masyarakat," ujar Giyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabag Hukum dan Perundang-Undangan Setda Mimika Sihol Parningotan,SH yang ditemui Radar Timika, Senin (7/12) di Timika Raya menyampaikan, Perda Nomor 5 tahun 2007 sudah ditetapkan oleh DPRD dan pemerintah. Dan pada tanggal 27 November tahun 2007 sudah diundangkan dalam lembaran daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi biasanya suatu Perda berlaku apabila sudah diundangkan di lembaran daerah. Tapi Perda tersebut perlu kita kaji, dan itu kita kirim ke Provinsi dan Depdagri, untuk mendapatkan koreksi atau verifikasi terhadap Perda apakah ada pertentangan dengan peraturan diatas atau tidak," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut Sihol, sampai saat ini tidak ada pembatalan dari pihak Depdagri. "Di tahun yang sama beberapa Perda kita kirimkan, seperti pajak dan retribusi, itu ada yang dibatalkan. Tetapi Depdagri belum menyurati kita secara resmi, kita hanya melihat melalui internet," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah dengan dasar itu, kita melaksanakan kegiatan sosialisasi Perda Nomor 5 tahun 2007. Dan Perda ini pernah kita lakukan sosialisasi pada tahun 2008, namun belum maksimal. Dan masih nampak kasus yang ditimbulkan oleh Miras, seperti mabuk dan KDRT, serta beberapa kasus lainnya. Untuk itu kita berupaya melaksanakan Perda ini dan akan kita bentuk tim pengawasan yang sudah tercantum dalam Pasal 4 tentang tim pengawasan," jelasnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, tim pengawas terbentuk dari beberapa komponen yang ada di masyarkaat. Ada dua tim pengawasan, yaitu tim pengawasan pemerintah yang terdiri dari Polres, Kejari, Depag, Kodim 1710 Mimika, TNI AU, dan TNI AL. Serta tim pengawasan independen, yang terdiri dari Lemasa, Lemasko, kerukunan daerah, badan kerjasama antar gereja (BKAG), MUI, Yahamak, Pemuda Gereja, Pemuda Masjid, perguruan tinggi, pers, dan LSM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi sasaran dari sosialisasi agar masyarakat mengetahui Perda ini, meskipun sudah pernah kita lakukan. Namun untuk mengingatkan kepada masyarakat, sekaligus sebagai acuan dalam pembentukan tim pengawasan. Dengan demikian, kedepan pelaksanaan Perda tahun 2010 bisa dilaksanakan, dan Kabupaten Mimika bebas dari minuman beralkohol," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Mimika Cherly Lumenta, SE. MSi mengatakan, sejak tahun 2007 lalu Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika tidak memberikan ijin baru kepada distributor Miras di Kabupaten Mimika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kalau ada distributor baru itu ilegal," ungkap Cherly disela-sela acara sosialisasi Perda Miras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, dari enam distributor, dua diantaranya mendapat ijin rekomendasi penjualan dan distribusi. "Dua distributor yang mendapat ijin itu masih mengacu pada Perda Nomor 2 Tahun 2004," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan, masa berlaku rekomendasi terhadap dua distributor tersebut akan habis pada Maret 2010 mendatang. Setelah selesai, pihaknya tidak mengeluarkan ijin baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mengenai pengawasan terhadap masuknya minuman beralkohol melalui pelabuhan Pomako yang tampak lancar, Cherly mengatakan, pada tahun 2010 mendatang pihaknya akan mendirikan pos di pelabuhan untuk melakukan pengawasan secara langsung. "Tentu yang kita awasi bukan hanya untuk Miras tapi untuk semua jenis barang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Cherly menuturkan, minuman beralkohol produksi lokal melalui fermentasi juga perlu disoroti. "Berantas minuman keras itu tidak mudah, untuk itu semua komponen dan elemen masyarakat harus turut bertanggung jawab melihat permasalahan ini," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Mimika, Anastesia Tekege menuturkan, sumber pendapatan daerah di Kabupaten Mimika ini masih banyak. "Pemerintah jangan berpikir untuk meraup pendapatan daerah dari Miras," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Thomas Wanmang, perwakilan tokoh masyarakat dari kegiatan sosialisasi Perda Miras Nomor 5 Tahun 2007, Senin (7/12), bersama ratusan peserta kegiatan menyatakan sikap dukungan kepada Pemda Mimika terhadap larangan peredaran Miras secara ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dua pernyataan sikap yang dibacakan Thomas yakni, masyarakat Kabupaten Mimika mendukung langkah-langkah Pemda Mimika dalam melarang masuknya Miras di Kabupaten Mimika. Termasuk di lingkungan perusahaan swasta BUMD maupun BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat juga mendesak Bupati Mimika, Klemen TInal, SE untuk segera keluarkan surat keputusan (SK) tentang pembentukan tim pengawas sebelum Bulan Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, penertiban peredaran Miras semata bertujuan menciptakan Timika sebagai zona damai, sebagaimana harapan seluruh masyarakat Mimika. Berdasarkan dua butir pernyataan sikap, desakan pembentukan tim pengawas akan ditindaklanjuti Bupati Mimika sebagai penanggung jawab sesuai Perda.(ckr/lrk/eng)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-7363758353986273285?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.radartimika.com/index.php?mod=article&amp;cat=MetroTimika&amp;article=25064' title='Pemda Gelar Sosialisasi Perda Miras'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/7363758353986273285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/12/pemda-gelar-sosialisasi-perda-miras_07.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/7363758353986273285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/7363758353986273285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/12/pemda-gelar-sosialisasi-perda-miras_07.html' title='Pemda Gelar Sosialisasi Perda Miras'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-4521205185434781523</id><published>2009-10-01T22:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T21:51:20.066-07:00</updated><title type='text'>KAMPANYE PENDIDIKAN LPMAK- YAYASAN BINTERBUSIH DAN MASA DEPAN PENDIDIKAN SUKU KAMORO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/SsWeImoNkqI/AAAAAAAAAE4/eu1e-DqAfw8/s1600-h/IMG_4236.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/SsWeImoNkqI/AAAAAAAAAE4/eu1e-DqAfw8/s320/IMG_4236.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387886399864017570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu suku asli di Timika yang kemudian dikenal dengan Suku KAMORO baru-baru ini mendapat masukan motivasi yang sangat penting bagi kemajuan Suku dan ketertarikan generasi mudah Kamoro terhadap pentingnya Pendidikan. Kampanye pendidikan yang diprakarsai oleh Lembaga Pengembangan Suku Amugme dan Kamoro (LPMAK) atas kerjasamanya dengan Yayasan BINTERBUSIH tersebut, bagi Kaum intelektual dan kaum mudah kamoro di sebut sebagai awal dimana sejarah baru kemajuan Suku Kamoro harus segera di bentuk. hal itu di sebabkan oleh banyaknya pesimisme yang kemudian dijadikan sebagai sebuah bentuk diskriminasi dengan statemen yang mendistorsi suku Kamoro sebagai suku yang tidak dapat maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak orang yang telah pesimis, terutama para guru yang pernah secara langsung terlibat dalam mendidik anak-anak didik mereka yang berasal dari suku Kamoro. Hal itu didengarkan secara langsung oleh salah satu putera daerah suku Kamoro yang tergabung dalam Team kampanye pendidikan tersebut. Bagi intelektual Kamoro, hal tersebut dilihat sebagai hal yang sangat buruk, karena secara tidak langsung jika diutarakan pada anak didik dapat menjatuhkan semangat mereka untuk secara serius menekuni pendidikan karena ada pandangan bahwa orang kamoro tidak bisa maju. Namun hal itu hendaknya dilihat dari sisi positif agar para generasi mudah dapat benar-benar mengetahui bahwa itulah isi hati dari mereka yang telah bersusa payah membimbing serta mendidik dengan harapan mereka yang dididik dapat memiliki pola pikir tentang pentingnya pendidikan sehingga diharapkan dapat menggapai masa depan yang Indah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Kamoro menyadari bahwa berbagai unek-unek maupun isi hati yang disampaikan merupakan sebuah bentuk pesimisme karena hasil didikan mereka rata-rata tidak melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, melainkan mereka menjadi pengonsumsi minuman keras dan menjadi pengangguran. Demikian juga kaum intelektual menyadari bahwa hal tesebut merupakan penghambat kemajuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang telah berjuang dan hal tersebut patut diakui kebenarannya. Kejenuhan pasti muncul pada berjuangan yang berkaitan dengan pencerahan tak berujung itu. Pesimisme sendiri muncul akibat kejenuhan dimana perjuangan dengan mempertarukan seluruh kemampuan intelektual yang dimiliki ternyata tidak juga mengena sasaran sehingga menggerakan seluruh jiwa dan raga orang Kamoro. Mungkin pula karena ada yang kurang dalam mendidik masyarakat Kamoro. Mungkin juga tombol(meminjam istilah bapak Dolfinus Kamesrar dalam kampanye pendidikan)inti permasalahan pendidikan orang kamoro belum ditemukan. Alhasil berbagai ocehan yang dilontarkan belum juga dapat membangunkan keinginan Suku Kamoro untuk memahami tentang pentingnya Pendidikan. Ini merupakan persoalan yang sangat serius. Sebab jika tidak banyak yang sekolah dapat memunculkan berbagai permasalahn pada masa-masa mendatang. Apalagi suku Kamoro tergolong suku yang cukup besar di Timika. Bagaimana mungkin suku dengan kekayaan alam cukup besar tetapi tidak benar-benar diperhatikan oleh instansi pemerintah maupun swasta yang berada di daerah Timika? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah suku kamoro akan bangkit?? pasti akan bangkit, perlahan tapi pasti Suku Kamoro dapat bagkit jika suku tersebut ataupun ada generasinya yang benar-benar mau mendedikasikan hidupnya untuk membangkitkan suku yang sedang terpuruk dalam ilmu pengetahuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu langkah baik dapat dilihat dari Ketika kampanye Pendidikan berlangsung, banyak masukan dari para orang tua maupun tokoh masyarakat agar kampanye tersebut dapat terus diikuti dengan kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang anak kamoro untuk dapat berpikir tentang pentingnya sekolah. Di sini dapat diartikan bahwa pada prinsipnya orang kamoro memiliki niat untuk maju, namun butuh pendekatan tersendiri untuk memahami lebih dekat apa sebenarnya yang diinginkan oleh suku tersebut. Jika hanya sekedar berbicara guna mendiskriminasikan suku tersebut tidak akan membawah perubahan pada suku tesebut. Oleh sebab itu perlu ada suatu cara baru untuk memulai perubahan. LPMAK atas kerjasama dengan Yayasan BINTERBUSIH Semarang baru memulainya. Sebagai Putra Kamoro saya yakin perubahan akan ada pada masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu pentingnya support dari berbagai instansi terkait untuk secara serius melihat keterpurukan Suku Kamoro merupakan hal yang diharapkan kaum intelektual Kamoro. Di Timika ada instansi Pemerintahan yang langsung menangani pendidikan, namun nampaknya belum ada upaya khusus yang dilakukan bagi kedua suku asli (Sukuku AMUGME &amp; Suku KAMORO)tersebut. Misalnya banyak sekolah di pedalaman Kab. Mimika yang tidak ada gurunya karena guru turun ke Kota dan meninggalkan fungsinya sebagai seorang pendidik. Banyak guru melakukan laporan palsu sehingga dapat tatap diberika gaji. misalnya Kampung Nayaro hingga saat ini kepala sekolah tidak ditempat, begitu juga beberapa kampung lain. Dinas  Pendidikan tidak mengontrol keberadaan guru-guru. kemungkinan karena kurang tegasnya sanksilah hal semacam itu tumbuh semakin subur di kabupaten Mimika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kampanye pendidikan tersebut membuka cakrawala berpikir tentang pendidikan bagi suku Kamro, sehingga generasinya berlomba-lomba pergi ke sekolah, tetapi juga memberikan inspirasi bagi instansi pemerintah terkait untuk benar-benar mengayomi suku asli yang semakin terpuruk di daerahnya sendiri yang sumber daya alamnya berlimpa ruah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-4521205185434781523?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/4521205185434781523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/10/kampanye-pendidikan-lpmak-yayasan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/4521205185434781523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/4521205185434781523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/10/kampanye-pendidikan-lpmak-yayasan.html' title='KAMPANYE PENDIDIKAN LPMAK- YAYASAN BINTERBUSIH DAN MASA DEPAN PENDIDIKAN SUKU KAMORO'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/SsWeImoNkqI/AAAAAAAAAE4/eu1e-DqAfw8/s72-c/IMG_4236.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-3209424335487259311</id><published>2009-08-30T05:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T07:23:03.398-07:00</updated><title type='text'>MAHASISWA SALAH SATU UNIVERSITAS SWASTA DI TIMIKA KULIAH MENGGUNAKAN LILIN BAKAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/SsbpfmhoXYI/AAAAAAAAAFI/dYlZPVukIdc/s1600-h/IMG_1833.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/SsbpfmhoXYI/AAAAAAAAAFI/dYlZPVukIdc/s320/IMG_1833.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388250733322198402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CClient6%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CClient6%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CClient6%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tidak ada Rotan akar pun jadi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Nampaknya pepata di atas adalah pepata yang sangat tepat jika menggambarkan situasi yang dialami para pencari ilmu Pengetahuan di Kabupaten Mimika. Mereka adalah mahasiswa yang mencintai pengetahuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Di sela-sela kegiatan kampanye pendidikan, saya mencoba meluangkan waktu melihat serta mengamati berbagai hal di luar ruangan. Segala sesuatu berjalan sebagaimana adanya. Hiruk pikuk serta lalu lalangnya berbagai jenis kendaraan baik kecil maupun besar di jalan seakan menghibur suasana kota pada sebuah lorong jalan di Koperapoka. Karena langkah semakin ringan, sayapun mencoba mengikuti kata hati. Tidak lama kemudian saya pun dibisik untuk meminta ijin pada seorang dosen yang sedang berdiri tepat dihadapan puluhan mahasiswa di salah satu ruangan. Saya bingung untuk apa meminta ijin. Sejenak termenun akhirnya loading juga maksud dari bisikan tersebut. Ternyata rekan saya membisikan kepada saya untuk mendokumentasikan suasana perkuliahan pada salah satu kelas yang terletak di pertengahan antara lorong dan kelas lain. Betapa terkejutnya saya melihat ruangan kelas yang terisi penuh mahasiswa tetapi di sepanjang deretan meja perkuliahan dipenuhi puluhan batang lilin bakar yang redup mengelilingi mahasiswa dan dosen yang sedang berinteraksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Luar biasa…. Dalam hati saya bergumam. Kagum bukan karena lain hal, tetapi kagum akan semangat yang terpancar dari para mahasiswa dan dosen membuat saya semakin bersemangat. Dalam situasi yang tidak mendukung mahasiswa masih tetap bersemangat untuk mengikuti kegiatan perkuliahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tidak lama kemudian sayapun menghampiri seorang dosen yang sedang memberikan materi kepada mahasiswa. Dengan nada yang tidak begitu keras, saya meminta ijin untuk mendokumentasikan peristiwa tersebut. Dosen itu dengan senang hati mengijinkan saya untuk mengambil gambar karena saya mengaku sebagai pemerhati pendidikan. Dengan sigap seolah fotografer handal, saya pun mengambil beberapa gambar melalui berbagai sisi pada ruangan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Setelah pengambilan gambar selesai dilakukan, sayapun berpamitan dengan dosen yang bersangkutan sambil mengucapkan terimakasih atas keramahan yang telah diberikan dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pengambilan gambar situasi saat itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ini merupakan situasi yang benar-benar nyata dan dialami oleh anak bangsa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Minimnya sarana pendukung kelancaran pendidikan semakin menyebabkan ketertinggalan yang luar biasa di bagian Timur. Bayangkan harga buku yang membumbung tinggi, karena jarak yang jauh diperparah oleh minimnya sarana pendukung pendidikan lain termasuk listrik yang terus mengalami pemadaman secara bergilir. Kapan akan terjadi perimbangan transfer pengetahuan? Mudah-mudahan sedang mengalami situasi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Secara pribadi saya berharap persoalan ini tidak berlarut-larut menyelimuti suasana pendidikan di Kota Timika. Karena jika hal itu terus berlangsung, jangan berharap banyak tingkat peningkatan pengetahuan dapat mengalami keadaan yang seimbang sebagai bagian dari pemerataan pembangunan nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Oleh sebab itu Pemerintah daerah hendaknya dapat secepat mungkin mengusahakan menanggulangi persoalan pemadaman listrik bergilir tersebut. Hal itu sangat penting, sebab jika pembangunan daerah tidak dilandasi oleh adanya infrastruktur pendukung pendidikan yang baik dapat mengakibatkan lambatnya pembangunan ilmu pengetahuan bagi pembentukan sumber daya manusia daerah tangguh, terutama sumber daya Manusia di Kabupaten Mimika. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-3209424335487259311?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/3209424335487259311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/08/mahasisiwa-salah-satu-universitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/3209424335487259311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/3209424335487259311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/08/mahasisiwa-salah-satu-universitas.html' title='MAHASISWA SALAH SATU UNIVERSITAS SWASTA DI TIMIKA KULIAH MENGGUNAKAN LILIN BAKAR'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/SsbpfmhoXYI/AAAAAAAAAFI/dYlZPVukIdc/s72-c/IMG_1833.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-9068405242933944511</id><published>2009-05-05T18:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T19:38:06.135-07:00</updated><title type='text'>MENGAPA PAPUA TERUS DISEBUT TERTINGGAL ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pertanyaan yang terus menerus muncul di benak setiap generasi Papua jika mengikuti perkembangan-perkembangan baik segi penilaian yang diberikan pemerintah pusat dengan membanding-bandingkan kualitas/mutu atau hal-hal yang dianggap potensial maupun indikator bagi pembangunan nasional.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya benar, pertanyaan yang cukup membuat semangat hidup seakan mulai sirna dan hilang dari peradaban zaman yang terus maju. Sejak kecil saat masih berada pada tingkat pendidikan SD pun sering terdengar hal-hal yang seolah-olah menjatuhkan spirit generasi Papua kerena terlanjur telah didiskreditkan dengan berbagai "veto" terhadap kekurangan yang terjadi di Papua.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin benar disebut tertingal, karena kemampuan daya saing serta tingkat pemahaman masyarakat terutama terhadap pentingnya pendidikan sangat minim dan jauh dari kuota yang diharapkan. Mungkin juga benar disebut tertinggal karena fakta di lapangan menunjukan kebenaran. Demikian juga ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengukur mutu pendidikan, kemajuan ekonomi dan berbagai sumber lain yang digunakan sebagai indikator kemajuan pembangunan di Papua.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun bagi saya secara pribadi tidak menyetujui jika Papua terus di sebut tertinggal dengan ukuran maupun indikator yang dipakai untuk mengukur Papua dalam bentuk apapun. Jika membandingkan Papua dengan Jawa, Selawesi dan lain sebagainya yang kemudian di sebut indeks pembangunan cukup signifikan, sama saja dengan penilaian yang kurang proporsional. Alasannya jelas, Papua merupakan daerah yang jauh dari industri perangsang kemajuan. Industri percetakan buku kebanyakan di Jawa, demikian gedung-gedung pendidikan, Universitas dan sebagainya semuanya di perkotaan besar. Demikian juga kurikulum pendidikan Papua yang masih tertinggal dan mungkin hingga saat ini masih menggunakan kurikulum 1994, sementara di daearah-daerah lain di Indonesia terus mengikuti perkembangan dunia. Bagaimana mungkin Papua terus di sebut tertingal jika hal-hal penunjang pembangunan masih berputar di Perkotaan metropolitan? ini kan suatu hal yang bagi saya sangat mendiskreditkan orang Papua.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang sangat disayangkan lagi pejabat-pejabat Papua sendiri masih berkutat pada kepentingan pribadi semata. Mana nuranimu sebagai orang Papua ????? Apakah setelah mendengar adanya ketimpangan Pembangunan kemudian diam seribu bahasa menungu kehancuran generasimu sementara sebagai kaum elit terus berputar pada rana kepentingan pribadi? ah..., sangat memalukan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebaiknya maksimalkan potensi yang telah ada. Gunakan kemampuan untuk benar-benar membangun keterbelakangan dan merombak segala stikma yang membunuh spirit kemajuan. Karena masing-masing orang Papua terutama pejabat selalu mau mengutamakan kepentingan diri sendiri daripada kepentingan seluruh masyarakat Papua. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bangun sumber daya manusia dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang telah ada. Rancang masa depan masyarakat Papua dengan konsolidasi seluruh pelaku pembangunan guna menentukan masa depan serta arah pembangunan Papua sebagai bagian dari NKRI yang juga bermartabat sebagai bangsa. Jangan terus diam dengan mengangguk-anggkukan kepala, seolah-olah membenarkan pernyataan-pernyataan yang pada prinsipnya bernada sinis. Sebab segala sesuatu harus dirubah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika menghendaki adanya perubahan namun masi berpangku kaki dan tangan pada kursi empuk jangan pernah berharap Papua akan maju. Yang menentukan maju mundurnya pembangunan di Papua hanya orang Papua sendiri bukan orang manapun. Jadi sebaiknya bergandengan tangan memikirkan hal ini secara serius.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Semoga tulisan ini dapat menjadi spirit perubahan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-9068405242933944511?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/9068405242933944511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/05/mengapa-papua-terus-di-sebut-tertinggal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/9068405242933944511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/9068405242933944511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/05/mengapa-papua-terus-di-sebut-tertinggal.html' title='MENGAPA PAPUA TERUS DISEBUT TERTINGGAL ?'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-4580730484477867414</id><published>2009-04-20T04:05:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T04:39:38.827-07:00</updated><title type='text'>PENGORBANAN  DEMI MASYARAKAT ATAU KEPENTINGAN PRIBADI ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari setelah Pemilihan calon anggota legislatif, terdengar dimana-mana berbagai informasi. Ada informasi yang muncul mengenai keunggulan salah satu partai politik, ada juga info mengenai adanya ketidak jelasan daftar pemilih tetap (DPT),  di Iran ada info mengenai penahanan terhadap salah seorang wartawan Amerika Serikat yang dicurigai sebagai mata-mata AS oleh Iran, yang menurut laporan beberapa media dilaporkan dari Amerika Serikat bahwa Obama kecewa terhadap Iran dan sebagainya. Namun ada satu hal yang sangat menarik perhatian, yaitu Caleg stress dan banyak yang masuk RSJ alias Rumah Sakit Jiwa. Selain itu ada calon anggota legislatif yang karena kalah dalam pertarungan menyebabkan harus menarik kembali barang-barang yang diberikan kepada masyarakat sewaktu kampanye politik, termasuk penggusuran dan sebagainya. Hal yang sangat menarik. Menarik bukan karena baik atau indah tetapi menarik karena kebobrokan strategi politik sang aktor yang kandas ditengah jalan, alhasil membinasakan masyarakat yang telah melakukan hal yang terbaik tetapi dipandang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan kemudian, apakah kepentingan pribadi yang diperjuangkan ataukah kepentingan umum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh pengamatan, segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan pribadi akan nampak melalui sifat maupun situasi yang ada dan nampak. Karena jika mengatakan kepentingan umum, maka menerima dengan lapang dada kekalahan adalah hal yang wajar dan merupakan sifat seorang figur yang patut diteladani. Kalah bukan karena tidak mampu, tetapi  mungkin strateginya kurang tepat sehingga butuh perbaikan. Bila perlu coba lagi hingga berhasil. jika hal itu terjadi, maka ia memiliki jiwa ksatria yang patut diandalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas pengambilan kembali barang yang telah diberikan menunjukan bahwa yang bersangkutan tidak pantas menjadi wakil rakyat maupun pemimpin. Karena dukungan masyarakat pun tidak akan berguna bila suatu ketika akan memenangkan pertarungan politik. ia hanya berusaha untuk mengambil kepentingan pribadi dengan keterbatasan kemampuan yang ada. Tidak memiliki jiwa kepemimpinan namun memaksakan diri untuk memjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat telah mengetahui pribadi-pribadi semacam itu. Yang perlu diketahui adalah bahwa perbuatan semacam itu tidak pantas untuk diteladani oleh siapapun dalam bentuk apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hal semacam itu tidak terjadi lagi kelak. Salut buat masyarakat yang telah pandai dalam berpolitik terutama menggunakan hak politiknya seacara bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-4580730484477867414?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/4580730484477867414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/04/pengorbanan-demi-masyarakat-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/4580730484477867414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/4580730484477867414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/04/pengorbanan-demi-masyarakat-atau.html' title='PENGORBANAN  DEMI MASYARAKAT ATAU KEPENTINGAN PRIBADI ?'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-2994776229078091558</id><published>2009-02-24T19:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T21:27:19.636-08:00</updated><title type='text'>PENTINGNYA SEBUAH KETEGASAN DALAM RANAH DEMOKRASI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Leonardus Tumuka&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada prinsipnya demokrasi mengisyaratkan adanya kebebasan berpendapat dari masing-masing individu, termasuk didalamnya bebas berekspresi dan berpolitik. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat masuk dalam kategori tersebut. Intinya tidak ada pemaksaan ataupun larangan terhadap siapapun untuk mengeluarkan opini. Namun tidak sedikit orang yang menggunakan Demokrasi sebagai sebuah strategi untuk mencapat tujuan tersirat. Sah-sah saja jika demokrasi memberikan sebuah ranah kebebasn berekspresi, namun apa yang akan terjadi jika demokrasi yang semestinya ternyata tidak berjalan sewajarnya, dimana kebebasan tetap dipergunakan namun tidak sesuai dengan koridor yang semestinya, sehingga menimbulkan kematian individu lain? apakah itu yang merupakan tujuan demokrasi? parah benar jika hal itu kemudian disebut demokrasi. Sebab demokrasi tidak menginginkan terjadinya korban. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ironis benar jika masih ada orang yang beranggapan bahwa demonstrasi yang menimbulkan kematian merupakan bagian dari demokrasi. Atau pengrusakan merupakan bagian dari demokrasi. Salah tapsir terhadap hakikat demokrasi mungkin merupakan kata yang tepat untuk diucapkan pada situasi tersebut. Sebab menurut hemat saya, demokrasi pada prinsipnya merupakan perantara dimana terjadinya akselerasi antara kepentingan dan harapan yang kemudian tercipta melalui jalan damai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perbincangan dua arah baik menyampaikan pendapat serta menerima pendapat merupakan bagian dari demokrasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang sering menimbulkan permasalahan adalah apabila suatu waktu masyarakat menyampaikan tujuan dengan baik dengan menggunakan teknik yang tepat, namun kemudian tidak menjadi perhatian pihak yang mestinya segera mengambil tindakan dalam menanggapi tujuan tersebut, padahal masyarakat telah melakukan berbagai upaya, termasuk mempergunakan mekanisme demokrasi dalam penyampaian aspirasi. Alhasil terbuntut pada tidak terakomodirnya tujuan melalui demokrasi melainkan, keputusan akan diambil jika memang keadaan tidak memungkinkan (kerusuhan). Atau dengan kata lain melarikan diri dengan cara mengambil keputusan yang kontroversial guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu jika demokrasi yang semacam itu apakah tidak perlu dibantu dengan adanya ketegasan? jika memang hal tersebut tidak dapat dihindari lagi maka ketegasan merupakan hal yang semestinya digunakan. Namun bukan ketegasan yang dilakukan hingga memakan korban sipil secara semena-mena. Ketegasan yang dimaksud di sini adalah ketegasan yang benar-benar memberikan pemahaman terhadap masyarakat mengenai hal yang berkaitan dengan solusi. Artinya bahwa dalam menerapkan ketegasan yang dimaksud, menggunakan mekanisme pendekatan pesuasif tetapi mengena pada sasaran merupakan cara yang tepat. Disitulah dibutuhkan orang yang tepat dalam kondisi yang tepat pula.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka dalam hal ini demokrasi tidak dapat dipisahkan dari adanya ketegasan. Tujuan dari ketegasan adalah agar persoalan dapat diatasi sesegera mungkin namun tentu melalui mekanisme yang tepat pula sehingga tidak menelan korban dari kedua belah pihak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-2994776229078091558?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/2994776229078091558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/02/pentingnya-sebuah-ketegasan-dalam-ranah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/2994776229078091558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/2994776229078091558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/02/pentingnya-sebuah-ketegasan-dalam-ranah.html' title='PENTINGNYA SEBUAH KETEGASAN DALAM RANAH DEMOKRASI'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-298425454967784795</id><published>2009-02-13T00:44:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T01:38:02.883-08:00</updated><title type='text'>UNPAS DEPLU DAN DINAS PENDIDIKAN JABAR MENYELENGGARAKAN SOSIALISASI ASEAN CARTER DAN SIMULASI SIDANG SEOM 2009</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebagai bagian dari tugas mulia yang di emban oleh lembaga pendidikan, Universitas Pasundan (Unpas) Bandung Jurusan Ilmu Hubungan Internasional muncul sebagai Salah Satu Universitas di Indonesia yang mampu menjawab tantangan akan kebekuan informasi mengenai perkembangan Organisasi Regional di Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) kepada masyarakat Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan penyelenggaraan kegiatan bertema Sosialisasi ASEAN Charter dan Lomba Simulasi Sidang SEOM (Senior Economic Official Meeting) 2009 pada tanggal, 9 Ferbruari 2009 di Gedung Merdeka yang merupakan museum Bersejarah jalan Asia Afrika Bandung-Jawa Barat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal itu merupakan satu terobosan besar, mengingat kegiatan tersebut merupakan bagian dari Sosialisasi guna memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan Free Trade Agreement yang telah di sepakati mengenai perdangan Bebas di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga sekali gus memberikan pemahaman kepada siswa SMA/SMK se Jawa Barat mengenai situasi Persidangan yang sering dilakukan oleh negara-negara ASEAN. Harapannya, para siswa dapat memahami situasi persidangan secara langsung, sekaligus mempraktekan kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki karena telah terlibat secara langsung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain itu diharapkan masyarakat dapat memahami perkembangan-perkembangan terbaru yang terjadi di kawasan Asia Tenggara. Sebab sejauh ini ASEAN terus mengalami perkembangan-perkembangan yang sangat penting, termasuk kerjasama dengan negara-negara yang berdekatan dengan ASEAN. misalnya yang disebut dengan ASEAN, Australia-New Zealand Free Trade Agreement serta berbagai kerjasama yang terus berlangsung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan tingkat pemahaman yang baik tentang ASEAN, diharapkan pula masyarakat dapat menyongsong masa depan perkembangan perekonomian di kawasan ini dengan lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sosialisasi tersebut merupakan cara yang tapat dalam mendidik generasi mudah agar dapat menjadi generasi yang kompetitif dalam menghadapi persaingan global.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang tidak kala pentingnya adalah bahwa  kegiatan tersebut menjadi cermin bagi negara anggota ASEAN lain bagaimana cara mensosialisasikan ASEAN Carter (piagam ASEAN)kepada masyarakat di kawasan Asia Tenggaara. Patut diakui bahwa Indonesia menjadi pioner dalam mensosialisasikan perkembangan-perkembangan ASEAN. Mengingat kegiatan Sosialisasi ASEAN Carter dan Lomba Simulasi Sidang SEOMmerupakan kegiatan yang di Prakarsai atas kerjasama Universitas Pasundan Bandung, Departemen Luar Negeri Indonesia dan  Dinas Pendidikan Jawa Barat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-298425454967784795?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/298425454967784795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/02/unpas-deplu-dan-dinas-pendidikan-jabar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/298425454967784795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/298425454967784795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/02/unpas-deplu-dan-dinas-pendidikan-jabar.html' title='UNPAS DEPLU DAN DINAS PENDIDIKAN JABAR MENYELENGGARAKAN SOSIALISASI ASEAN CARTER DAN SIMULASI SIDANG SEOM 2009'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-6986242335604197625</id><published>2009-02-02T02:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T02:44:15.694-08:00</updated><title type='text'>KURANGNYA KESERIUSAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENANGANI PEMADAMAN LISTRIK DI MIMIKA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Leonardus Tumuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring pesatnya perkembangan pembangunan daerah, yang kian nampak adalah bahwa kemajuan pembangunan telah mencapai level yang signifikan pula, asumsi mengenai kesiapan daerah terhadap kemajuan adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari berhasilnya pembangunan daerah yang didambahkan oleh masyarakat. Di sisi lain pembangunan merupakan hal yang sangat didambahkan oleh masyarakat pada umumnya, terutama masyarakat daerah, namun di sisi lain dambaan tersebut dapat hanya menjadi dambaan belaka dengan asumsi berlebihan yang bentuknya buram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan menurut pandangan masyarakat adalah ketersediaan segala aspek yang menjembatani pemenuhan kebutuhan, dimana tercapainya kebutuhan masyarakat adalah hal yang mutlak diperlukan namun hal itu belum menjadi prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju maupun mundurnya pembangunan pun tidak dapat dipisahkan dari fasilitas pendukung yang menyertai pembangunan tersebut. Tanpa adanya fasilitas pendukung, tentu perkembangan pembangaunan yang diidam-idamkan hanya akan menjadi sebuah hal yang sangat mustahil. Berkaitan dengan hal tersebut, maka timbul kemudian pertanyaan, bahwa apakah fasilitas yang dimaksud telah dapat terpenuhi dan dinikmati oleh masyarakat? Boleh dikatakan “sudah”, boleh juga “tidak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sudah? Ya tentu karena sebagian infrastruktur telah dibangun dan apa yang ada dinikmati saja sudah merupakan hal yang cukup, apapun yang terjadi merupakan hal yang wajar dan hendaknya dicukupkan menurut porsi masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan “tidak”? Sebenarnya bukan tidak tetapi kurang proporsional. Alasannya jelas, daerah dengan kekuatan ekonomi yang cukup besar dengan PAD terbesar ke-4 setelah Kab. Kutai Kartanegara dengan alokasi APBD sebesar Rp 934 Miliar, sebanyak Rp 600 Miliar untuk belanja publik yang tercakup dalam 779 kegiatan (&lt;a href="http://menotimika.wordpress.com/"&gt;http://menotimika.wordpress.com/&lt;/a&gt;) hendaknya dapat memenuhi kebutuhan daerah. Artinya sudah selayaknya berlogika bahwa anggaran sebesar itu sudah dapat mengimplikasikan mengenai tingkat kemakmuran daerah dengan tersedianya fasilitas daerah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemadaman listrik yang terus-menerus entah bergiliran atau tidak, sebenarnya merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan. Perlu diketahui bahwa sebagian sector usaha yang berkembang di Mimika bergantung pada Listrik. Bagaimana implikasinya jika listrik tersu mengalami pemadaman? Yang jelas akibatnya investor pun akan mempertanyakan kesinambungan investasinya, terutama untung atau ruginya usaha tersebut. Ini akan berimplikasi terhadap PAD, yang mana akan menyebabkan pengurangan pendapatan daerah.&lt;br /&gt;Akibat lain adalah para siswa yang menghadapi ujian harus mengalami kesulitan karena penerangan yang kurang memadai. hasil yang hendak diraih pun kurang memuskan, serta dampak-dampak lainya akaibat pemadaman Listrrik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, maka Pemerintah Daerah Mimika sebagai pemegang wewenang pengaturan pembangunan serta kesinambungan kemajuan daerah hendaknya bertindak serius dalam menangani hal tersebut. Karena Listrik merupakan hal yang sangat vital selain sumber-sumber pendukung pembangunan vital daerah lainnya, maka mengatasi pemadaman litrik hendaknya dijadikan sebagai prioritas selain prioritas terhadap sector pendukung pembangunan lainnya. Semoga harapan tersebut menjadi nyata. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-6986242335604197625?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/6986242335604197625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/02/kurangnya-keseriusan-pemerintah-dalam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/6986242335604197625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/6986242335604197625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/02/kurangnya-keseriusan-pemerintah-dalam.html' title='KURANGNYA KESERIUSAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENANGANI PEMADAMAN LISTRIK DI MIMIKA'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-5314063103221202666</id><published>2009-01-26T01:43:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T01:48:08.604-08:00</updated><title type='text'>LAGI-LAGI MINUMAN KERAS MENJADI PEMICU KONFLIK DI TIMIKA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh: Leonardus Tumuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya pemberantasan minuman keras serta berbagai wacana yang ditawarkan oleh pemerintah daerah tidak jauh dari sebuah ulasan politik semata yang hanya merupakan retorika penguasa untuk meraih kepentingan politik. Sangat nampak dengan jelas bahwa adanya konflik yang terjadi di Mimika penyebabnya adalah selain kepentingan masyarakat yang tidak terkomodir, tetapi juga karena keinginan masyarakat bahwa pemberatntasan minuman keras tidak pernah ditanggapi secara serius. Alhasil konflik antar warga yang menyebabkan kematian pun tidak dapat dihindari. Kejadian yang menyebabkan bentrok antar warga dan polisi sehingga menyebabkan korban dua orang warga serta dua orang polisi di Timika pada hari minggu 25 Januari 2009, merupakan contoh  penyebab minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nampaknya masyarakat belum sadar tentang bahaya minuman keras. Akibatnya minuman menjadi prioritas dalam hidup. Istri serta anak lagi mikir makan, suami mikir minuman keras. Wah..wah..wah.., herannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan lagi, Mimika dengan pertumbuhan kota yang begitu cepat tidak dilandasi oleh peraturan daerah (Perda) yang tegas, sehingga dapat membatasi pertikaian yang disebabkan oleh hal-hal yang mudah menyebabkan konflik. Minuman keras adalah salah satu penyebab yang sangat mudah menyebabkan pertikaian hingga kematian seolah dipandang sebagai hal biasa. Sehinga peredarannya pun dilegalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya pertanyaan mengenai perda tentang larangan terhadap peredaran minuman keras yang dirancang oleh pemerintah daerah tahun 2007 dapat dilontarkan sebagai sebuah pertanyaan kritis terhadap kebijakan yang tidak memberikan penyelesaian terhadap persoalan daerah. Apa tujuan peraturan daerah tersebut? apakah benar-benar peraturan tersebut telah di terapkan sejauh ini ataukah dengan adanya peraturan tersebut malahan memberikan ketenangan kepada masyarakat karena Pemerintah akan menjalankannya dengan tegas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tersebut sangat penting, sebab sejauh ini perda No. 5 Tahun 2007 tentang larangan terhadap peredaran minuman keras sama dengan singa ompong yang tidak dapat berbuat apa-apa. Masyarakat Mimika seolah-olah dibuat tenang karena berpikir bahwa perda tersebut akan memberikan perubahan yang besar terkait peredaran minuman keras di Mimika. Nyatanya tidak ada perubahan sama sekali terkait hal tersebut. Malahan peningkatan konsumsi munuman keras semakin tajam, biarpun krisis global sedang melanda dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan kira-kira peredaran minuman keras akan terus terjadi Sementara pergantian kepemimpinan daerah terus berlangsung? Apakah ini telah menjadi budaya? Tetapi kok budaya kehancuran? Weleh, weleh, weleh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi generasi mudah yang masih mau lanjut pendidikan siapkan diri untuk mendobrak kepemimpinan daerah kelak, sebagai generasi mudah yang siap merubah keterpurukan pembagunan daerah.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-5314063103221202666?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/5314063103221202666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/01/lagi-lagi-minuman-keras-menjadi-pemicu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/5314063103221202666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/5314063103221202666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/01/lagi-lagi-minuman-keras-menjadi-pemicu.html' title='LAGI-LAGI MINUMAN KERAS MENJADI PEMICU KONFLIK DI TIMIKA'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-8299253028261724869</id><published>2009-01-20T05:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T05:40:56.664-08:00</updated><title type='text'>DISKUSI DAN TRANSFER PENGETAHUAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak mahasiswa yang tertarik dengan diskusi, namun tidak sedikit pula yang menghindari diskusi. Sangat banyak alasan, yang seolah merupakan pembenaran dari tujuan menghindari diskusi. Mereka yang merasa bahwa diskusi merupakan bagian yang penting bagi penambahan perbendaharaan ilmu pengetahuan akan tetap senang untuk melakukan diskusi. sehingga walaupun ada jadwal yang padat, mereka benderung membagi waktu seefektif mungkin. pada akhirnya, mereka menerima output yang cukup baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbeda dengan mereka yang merencanakan kegiatan atau sarana hiburan lain. Kelompok atau mereka yang cebderung masuk dalam kategori ini berpikir bahwa segala hal merupakan hal yang sangat mudah untuk diperoleh. termasuk nilai-nilai sekalipun. Hasilnya outpun yang dihasilkan kurang memusakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut hemat saya, diskusi merupakan bagian yang sangat penting dalam penelusuran sebuah konsep yang dapat memperluas sebuah paradigma berpikir. Namun siskusi tersebut nampaknya hanya akan menjadi diskusi yang kurang produktif jika tidak sering dilakukan. Terutama melibatkan mereka yang memiliki kemampuan dalam bidangnya. Sebagai Mahasiswa Hubungan Internasional yang memandang bahwa perpolitikan Global tidak akan seru jika hanya aktor states yang memainkan perannya, maka Non State actor merupakan pelaku yang tidak dapat dilapaskan dari koridor hubungan antar subjek hubungan internasional.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mengkaji hal semacam ini, maka digunakanlah diskusi sebagai bagian penting dari penelusuran  informasi. itulah pentingnya melibatkan pihak-pihak terkait, misalnya Dosen Hubungan internasional serta beberapa pakar yang mampu dalam bidangnya. Harapanya pemahaman tidak menjadi bias.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-8299253028261724869?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/8299253028261724869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/01/diskusi-dan-transfer-pengetahuan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/8299253028261724869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/8299253028261724869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2009/01/diskusi-dan-transfer-pengetahuan.html' title='DISKUSI DAN TRANSFER PENGETAHUAN'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-5460194264025085253</id><published>2008-12-30T00:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T00:18:16.589-08:00</updated><title type='text'>PAPUA DAN REALITA JALUR TRANSPORTASI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Leonardus Tumuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh yang diakibatkan oleh minimnya jalur transportasi adalah terisolir dan terbelakangnya pembangunan daerah. Sebab pembangunan dan kemajuan adalah dua  hal yang tidak dapat dipisahkan dari seberapa lancarnya jalur transportasi. Semakin banyak dan lancar akses transportasi, pembangunan daerah pun dapat dipercepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua memiliki Sumber Daya Alam yang sangat besar. Namun ia juga memiliki Berbagai kompleksitas persoalan mengenai pembangunan. Mulai dari kemajuan ekonomi masyarakat, akses pendidikan yang kurang maksimal karena pendidik cenderung memilih berada di daerah perkotaan, akses kesehatan yang jauh dari harapan serta berbagai persoalan lain yang turut seakan memberikan dukungan terhadap keterbelakangan pembangunan daerah merupakan realita yang nyata.&lt;br /&gt;        Secara logika dapat dipikirkan bahwa jika suatu daerah memiliki sumber daya alam yang besar, maka pembangunan daerah terutama berkaitan dengan akses transportasi dapat teratasi dengan mudah. Demikian pula berbagai persoalan yang mempengaruhi kemajuan Papua dapat diatasi dengan cepat, sebab ditunjang oleh ekonomi masyarakat yang terakomodir oleh tersedianya sumber daya alam dan transportasi yang menunjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otonomi daerah yang semestinya menjadi pendukung kemajuan daerah pun belum memberikan dampak secara luas dan nyata dalam pembangunan masyarakat.  padahal Otonomi daerah dikeluarkan pemerintah untuk mencapai pemerataan pembangunan nasional. Demikian berbagai kebutuhan akan pembangunan daerah tertinggal dapat dapat diatasi. Namun tidak demikian, otonomi daerah seakan memberikan lahan bagi munculnya raja-raja baru, penguasa-pengusa daerah yang lebih cenderung berpikir singkat pada dataran kepentingan pribadi dan kelompok. Padahal otonomi daerah memungkinkan terwujudnya konsolidasi pembangunan daerah melalui sharing policy antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi yang kemudian dilanjutkan pada pemerintah pusat pun tidak tercapai. Ujung-ujungnya  rancangan pembangunan yang kurang proporsional yang menimbulkan ketertinggalan pembangunan pun terjadi dan kemajuan jauh dari harapan muncul dipermukaan. Hal itu berjalan terus menerus hingga wa;aupun ada rancangan pembangunan yang dikeluarkan oleh badan-badan terkait kurang memberikan dampak positif yang lebih signifikan bagi kemajuan daerah. Hasilnya lagi-lagi terdengar terjadinya kelaparan di daerah tertentu dan kemajuan di daerah lain, penderitaan di salah satu daerah dan kebahagiaan di daerah lain, serta sekelumit persoalan yang menjadi penghalang pembangunan daerah. Seakan kemajauan dihambat oleh sekelompok tertentu yang lebih mementingkan kepentingan yang terprogram. Tentu ini merupakan hal yang sangat disayangkan, sebab nyatanya masyarakat mengharapkan kemajuan  di berbagai sektor pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur transportasi Papua&lt;br /&gt;Berkaitan dengan Jalur transportasi di Papua, transportasi pada umumnya bergantung pada transportasi udara. Jika transportasi udara lancar, maka perpindahan penduduk serta laju ekonomi masyarakat setempat akan semakin lancar. Demikian pula sebaliknya, jika transportasi udara semakin terbatas, maka akan berimplikasi terhadap kemajuan ekonomi masyarakat dan akan membatasi akses masyarakat dari daerah yang satu ke daerah yang lain yang kemudian terisolir.&lt;br /&gt;          Harga yang mahal di daerah pedalaman yang tidak proporsional dengan pendapatan masyarakat merupakan hasil dari terbatasnya akses transportasi yang turut mewarnai kemajuan ekonomi masyarakat. Masyarakat hanya berkerja membanting tulang selama sebulan untuk mendapatkan uang sebesar 500 ribu dengan menjual hasil perkebunan selama sebulan hanya untuk membeli semen yang satu sakunya seharga Rp 500 ribu Rupiah. Hal itu Itu merupakan hal yang wajar sebab  semen yang dimaksud diangkut dari dataran rendah menggunakan transportasi udara.&lt;br /&gt;Jika hal tersebut terjadi pada masa sebelum krisis global, bagaimana jika pada masa krisis global seperti saat ini? Tentu implikasinya yang dirasakan oleh masyarakat akan lebih berat. Apalagi masyarakat yang mengalami trauma akibat PHK, yang kemudian berhadapan dengan situasi dimana tranportasi yang mahal menjadi masalah. Bisa dibayangkan berapa jumlah orang yang akan mengalami depresi dan menyebabkan gangguan jiwa.&lt;br /&gt;Kapan Papua akan memiliki jalur transportasi darat? Hal itu belum jelas namun tetap menjadi agan-angan masyarakat. Sebab ada berbagai hal yang yang turut mempengaruhi terwujudnya keinginan tersebut. Banyak gunung yang menjulang tinggi, rawa yang membentang serta sungai-sungai yang tidak sedikit yang siap membelokkan keinginan akan terwujudnya transportasi darat yang menghubungkan wilayah pedalaman dan pelabuhan. Lalu kapan Papua akan memiliki akses transportasi darat antar daerah sehingga dapat mempermudah kemajuan akses ekonomi Papua? Hal tersebut akan terwujud jika pemerintah daerah, baik Kabupaten maupun Provinsi Papua mau berkonsolidasi memikirkan secara serius kemajuan Papua, dan bertindak sesegera mungkin guna mengatasi kebutuhan akses ekonomi masyarakat  Papua ke depan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-5460194264025085253?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/5460194264025085253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2008/12/papua-dan-realita-jalur-transportasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/5460194264025085253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/5460194264025085253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2008/12/papua-dan-realita-jalur-transportasi.html' title='PAPUA DAN REALITA JALUR TRANSPORTASI'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-8735653337410368063</id><published>2008-12-24T20:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T20:56:34.539-08:00</updated><title type='text'>SELAMAT NATAL</title><content type='html'>KELAHIRAN YESUS KRISTUS MERUPAKAN BERKAT BAGI SEMUA ORANG DI DUNIA, SEMOGA SEMUA DIBERKATINYA PADA  NATAL YANG INDAH INI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAMAI KRISTU DAN KEBESARAN ILAHI MENYERTAI SERTA SENANTIASA MELINDUNGIMU SEPANJANG SEGALA MASA, AMIN...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-8735653337410368063?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/8735653337410368063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2008/12/selamat-natal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/8735653337410368063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/8735653337410368063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2008/12/selamat-natal.html' title='SELAMAT NATAL'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-977003305531535136</id><published>2008-12-21T22:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T23:03:56.442-08:00</updated><title type='text'>DAMPAK KRISIS GLOBAL BAGI KARYAWAN LOKAL PERUSAHAAN TENDERAN PT. FREEPORT DI KAB. MIMIKA</title><content type='html'>Oleh Leonardus Tumuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh yang diakibatkan oleh krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat atau yang lebih dikenal dengan Krisis Global 2008 telah menyebabkan adanya PHK besar-besaran hampir di seluruh belahan dunia. Data pemerintah Amerika Serikat yang dirilis pada bulan oktober 2008 menunjukkan jumlah pekerja yang di-PHK  di Amerika serikat berjumlah 478 ribu orang. Pada perkembangan selanjutnya bulan Desember walstreet kembali mengumumkan jumlah PHK mencapai 152.000. hal itu merupakan jumlah PHK terbesar yang melebihi estimasi yaitu  85.000 orang.&lt;br /&gt;Akibat lain dari Krisisi tersebut adalah ditariknya bursa saham pada berbagi sektor investasi yang turut mempengaruhi rontoknya bursa saham dunia.&lt;br /&gt;Di Indonesia menurut  laporan Kompas edisi 15 Desember 2008 yang ditulis oleh sulistiono, Krisis ekonomi Global menyebabakan terjadinya PHK cukup besar yaitu mencapai 17.400 orang.&lt;br /&gt;Di Indonesi Timur khususnya Mimika, PHK telah menyebabkan karyawan lokal yang berasal dari Mimika mengalami hilangnya lapangan kerja. CV. Tomi Irja misalnya, yang menjadi perusahaan tenderan PT. Freeport, yang bekerja sama dengan TRMP (Tailing River Menagement Proyek), telah mengeluarkan hampir mencapai 100% tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lokal.&lt;br /&gt;Demikian yang dialami Oleh beberapa karyawan yang bekerja di PT. Pangansari Mitra Ternak Industri, yang memPHK 39 Karyawan tetap dan 3 karyawan kontrak, serta beberapa karyawan lain yang belum sempat diberitakan oleh Media massa.&lt;br /&gt;Bagi masyarakat Mimika, khususnya mereka yang bergantung pada sektor pertanian yang belum terdaftar pada sektor Eksport-Inpor, krisis ekonomi global tidak terlalu dirasakan. Sebab kebutuhan pasar tetap tinggi. Demikian pula bagi mereka yang telah melakukan investasi pada jangka waktu sebelum krisis global pada sektor lain, krsis yang terjadi saat ini tidak akan terlalu di rasakan.&lt;br /&gt;Namun satu hal yang pasti harus dilakukan oleh Pemrintah daerah Mimika adalah segera mencari solusi dengan melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan di Mimika guna menyelamatkan karyawan-karyawan yang telah lama bekerja pada perusahaan-perusahanaan sekita Kab. Mimika. Bila perlu Pemeintah daerah dapat mmencari solusi dengan mengeluarkan paket bantuan untuk meminimalisir terjadinya pengangguran di Mimika secara besar-besaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-977003305531535136?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/977003305531535136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2008/12/dampak-krisis-global-bagi-karyawan.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/977003305531535136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/977003305531535136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2008/12/dampak-krisis-global-bagi-karyawan.html' title='DAMPAK KRISIS GLOBAL BAGI KARYAWAN LOKAL PERUSAHAAN TENDERAN PT. FREEPORT DI KAB. MIMIKA'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-4569343748921268255</id><published>2008-12-17T06:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T07:05:20.306-08:00</updated><title type='text'>RAGU-RAGU MUNDUR</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Oleh: Leonardus Tumuka&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang    yang berlomba-lomba mengejar masa depan. tentu karena masa depan menyediakan berbagai harapan yang "indah". entah melalui jalan pintas atau jalan yang benar-benar harus di lalui, kompetisi tetap kompetisi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sahabat, tetap sahabat namun  kompetisi tetap harus dilakukan. maaf bukan egois, jika suatu ketika harus tegas untuk tidak memberikan  contekan adalah lebih baik daripada menjerumuskan sahabat kedalam gerbang kebodohan karena berhasil memberikan contekan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada juga perilaku yang kadang berani untuk berubah, namun dihantui keragu-raguan tentang apakah mampu atau tidak. hal itu sangat di sayangkan sebab menentukan tujuan adalah mengembil keputusan tentang suatu tujuan besar yang harus di raih, namun banyak orang tidak menyadari hal tersebut. mereka cenderung ragu mengambil peran, akhirnya tertinggal akibat keraguannya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;bagi orang yang berani mengambil resiko, ia akan mengatakkan pada mereka yang penuh keragu-raguan; "ragu-ragu sebaiknya mundur karena Saya harus maju untuk mengambil peran tersebut". orang-orang tipe semacam inilah orang yang menjadi sukses dalam segala hal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-4569343748921268255?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/4569343748921268255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2008/12/ragu-ragu-mundur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/4569343748921268255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/4569343748921268255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2008/12/ragu-ragu-mundur.html' title='RAGU-RAGU MUNDUR'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5168101106235313782.post-7452837010885696790</id><published>2008-12-14T02:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T02:30:05.920-08:00</updated><title type='text'>KURANGNYA KESERIUSAN PEMDA DALAM MENANGANI PEMADAMAN LISTRIK DI MIMIKA</title><content type='html'>Oleh: Leonardus Tumuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring pesatnya perkembangan pembangunan daerah, yang kian nampak adalah bahwa kemajuan pembangunan telah mencapai level yang signifikan pula, asumsi mengenai kesiapan daerah terhadap kemajuan adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari berhasilnya pembangunan daerah yang didambahkan oleh masyarakat. Di sisi lain pembangunan merupakan hal yang sangat didambahkan oleh masyarakat pada umumnya, terutama masyarakat daerah, namun di sisi lain dambaan tersebut dapat hanya menjadi dambaan belaka dengan asumsi berlebihan yang bentuknya buram.&lt;br /&gt;Pembangunan menurut pandangan masyarakat adalah ketersediaan segala aspek yang menjembatani pemenuhan kebutuhan, dimana tercapainya kebutuhan masyarakat adalah hal yang mutlak diperlukan namun hal itu belum menjadi prioritas.&lt;br /&gt;Maju maupun mundurnya pembangunan pun tidak dapat dipisahkan dari fasilitas pendukung yang menyertai pembangunan tersebut. Tanpa adanya fasilitas pendukung, tentu perkembangan pembangaunan yang diidam-idamkan hanya akan menjadi sebuah hal yang sangat mustahil. Berkaitan dengan hal tersebut, maka timbul kemudian pertanyaan, bahwa apakah fasilitas yang dimaksud telah dapat terpenuhi dan dinikmati oleh masyarakat? Boleh dikatakan “sudah”, boleh juga “tidak”.&lt;br /&gt;Kenapa sudah? Ya tentu karena sebagian infrastruktur telah dibangun dan apa yang ada dinikmati saja sudah merupakan hal yang cukup, apapun yang terjadi merupakan hal yang wajar dan hendaknya dicukupkan menurut porsi masing-masing.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan “tidak”? Sebenarnya bukan tidak tetapi kurang proporsional. Alasannya jelas, daerah dengan kekuatan ekonomi yang cukup besar dengan PAD terbesar ke-4 setelah Kab. Kutai Kartanegara dengan alokasi APBD sebesar Rp 934 Miliar, sebanyak Rp 600 Miliar untuk belanja publik yang tercakup dalam 779 kegiatan (&lt;a href="http://menotimika.wordpress.com/"&gt;http://menotimika.wordpress.com/&lt;/a&gt;) hendaknya dapat memenuhi kebutuhan daerah. Artinya sudah selayaknya berlogika bahwa anggaran sebesar itu sudah dapat mengimplikasikan mengenai tingkat kemakmuran daerah dengan tersedianya fasilitas daerah.&lt;br /&gt;Pemadaman listrik yang terus-menerus entah bergiliran atau tidak, sebenarnya merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan. Perlu diketahui bahwa sebagian sector usaha yang berkembang di Mimika bergantung pada Listrik. Bagaimana implikasinya jika listrik tersu mengalami pemadaman? Yang jelas akibatnya investor pun akan mempertanyakan kesinambungan investasinya, terutama untung atau ruginya usaha tersebut. Ini akan berimplikasi terhadap PAD, yang mana akan menyebabkan pengurangan pendapatan daerah.&lt;br /&gt;Akibat lain adalah para siswa yang menghadapi ujian harus mengalami kesulitan karena penerangan yang kurang memadai. hasil yang hendak diraih pun kurang memuskan, serta dampak-dampak lainya akaibat pemadaman Listrrik.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, maka Pemerintah Daerah Mimika sebagai pemegang wewenang pengaturan pembangunan serta kesinambungan kemajuan daerah hendaknya bertindak serius dalam menangani hal tersebut. Karena Listrik merupakan hal yang sangat vital selain sumber-sumber pendukung pembangunan vital daerah lainnya, maka mengatasi pemadaman litrik hendaknya dijadikan sebagai prioritas selain prioritas terhadap sector pendukung pembangunan lainnya. Semoga harapan tersebut menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Mahasiswa Mimika, kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan (Unpas) Bandung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5168101106235313782-7452837010885696790?l=ltumuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ltumuka.blogspot.com/feeds/7452837010885696790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2008/12/kurangnya-keseriusan-pemda-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/7452837010885696790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5168101106235313782/posts/default/7452837010885696790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ltumuka.blogspot.com/2008/12/kurangnya-keseriusan-pemda-dalam.html' title='KURANGNYA KESERIUSAN PEMDA DALAM MENANGANI PEMADAMAN LISTRIK DI MIMIKA'/><author><name>Leonardus Tumuka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06995829897554454201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKFp3shPhDU/THD4GuNuz-I/AAAAAAAAAHA/yUFzh94cHas/S220/Lee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
